Perkuat Tata Kelola, SPI UIN Raden Intan Lampung Gelar FGD Manajemen Risiko

whatsapp image 2026 08 19 at 13.23.48
Bagikan Artikel Ini

Bandar Lampung — Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Risiko, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Room 9 Lantai 1 Gedung Academic and Research Center diikuti para Person in Charge (PIC) Manajemen Risiko, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas, serta anggota Tim Manajemen Risiko.
FGD dipimpin oleh Sekretaris SPI UIN Raden Intan Lampung, Dr. Erike Anggraini, M.E., yang sekaligus memberikan arahan sebagai Ketua Tim Manajemen Risiko. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SPI dalam memperkuat penerapan tata kelola berbasis risiko serta membangun kesamaan pemahaman mengenai identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko pada setiap unit kerja di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.
“FGD Manajemen Risiko ini bagian penting dalam memperkuat tata kelola UIN Raden Intan Lampung yang berbasis risiko. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi di setiap unit kerja dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan risiko secara sistematis,” kata Dr. Erike.
Menurutnya, pentingnya manajemen risiko bukan hanya sebagai pemenuhan administrasi, tetapi sebagai instrumen strategis untuk mendukung efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Melalui dokumen manajemen risiko, setiap unit diharapkan mampu mengenali berbagai kemungkinan kejadian yang dapat memengaruhi pencapaian program dan sasaran, sekaligus menentukan langkah mitigasi yang tepat.
FGD kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teori oleh tim SPI mengenai konsep dasar risiko, proses identifikasi risiko, penentuan kemungkinan dan dampak risiko, hingga langkah-langkah penanganan serta pengendalian risiko yang dapat diterapkan pada masing-masing unit kerja. Selain penguatan konseptual, peserta memperoleh tutorial teknis pengisian template manajemen Risiko.
Tutorial tersebut diarahkan agar seluruh PIC memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam mengisi dokumen manajemen risiko, mulai dari penentuan sasaran, identifikasi kejadian risiko, penyebab dan dampak, penilaian tingkat risiko, pengendalian yang telah dilakukan, hingga penyusunan rencana tindak pengendalian.
Setelah pemaparan materi dan tutorial, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengisian template oleh masing-masing PIC. Sesi praktik menjadi bagian penting dalam FGD karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk secara langsung mengidentifikasi dan memetakan risiko yang terdapat pada unit kerjanya. Tim Manajemen Risiko juga memberikan pendampingan terhadap berbagai pertanyaan maupun kendala teknis yang ditemui peserta selama proses pengisian.
FGD Manajemen Risiko ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya dokumen manajemen risiko, membangun penyamaan persepsi mengenai risiko, serta melakukan sosialisasi dan tutorial pengisian template manajemen risiko. Penyusunan dokumen tersebut menjadi semakin penting karena berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan kelembagaan UIN Raden Intan Lampung.
Dokumen manajemen risiko antara lain diperlukan sebagai salah satu bukti penerapan tata kelola dalam surveillance ISO, mendukung akreditasi program studi, meningkatkan maturitas pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), serta menjadi salah satu bukti dukung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pimpinan. Penerapan manajemen risiko diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi terintegrasi dengan proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan institusi.
Melalui kegiatan tersebut, SPI mendorong setiap unit kerja untuk semakin proaktif dalam mengenali potensi risiko sejak dini. Pengelolaan risiko yang sistematis diharapkan mampu membantu universitas meminimalkan hambatan terhadap pencapaian sasaran, memperkuat akuntabilitas, serta meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.

Bagikan Artikel Ini
Scroll to Top