BANDAR LAMPUNG — Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence mendorong perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Di tengah perubahan tersebut, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Muhamad Bisri Mustofa, terus mengembangkan kajian yang menghubungkan komunikasi interpersonal, komunikasi Islam, ilmu perpustakaan, budaya lokal, hingga transformasi digital.
Berdasarkan rekam jejak akademik pada Science and Technology Index (SINTA), Muhamad Bisri Mustofa dikenal memiliki kepakaran pada bidang Interpersonal Communication, Islamic Communication, dan Library Science. Konsistensi risetnya terlihat dari berbagai publikasi, penelitian, serta karya kekayaan intelektual yang membahas komunikasi dalam beragam konteks kehidupan masyarakat.
Salah satu kekuatan risetnya adalah kemampuan menghubungkan teori komunikasi dengan realitas sosial dan budaya masyarakat. Kajian mengenai komunikasi interpersonal, pelayanan perpustakaan, dakwah, toleransi antarumat beragama, hingga tradisi lokal Lampung menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya dipahami sebagai proses pertukaran informasi, tetapi juga sebagai instrumen membangun hubungan sosial, memperkuat kepercayaan, dan menjaga keberlanjutan nilai budaya.
Perhatian terhadap budaya lokal antara lain terlihat dalam kajian mengenai tradisi Pangku/Paliare di Lampung. Melalui pendekatan komunikasi interpersonal, tradisi tersebut dikaji sebagai ruang pembentukan hubungan sosial, solidaritas, dan identitas masyarakat. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan yang dapat dikembangkan dalam kajian akademik kontemporer.
Dalam beberapa tahun terakhir, orientasi penelitiannya juga semakin berkembang ke arah komunikasi digital dan Artificial Intelligence. Teknologi kecerdasan buatan mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam perkembangan komunikasi, pendidikan, dan layanan informasi.
Kajian mengenai penggunaan Artificial Intelligence dalam komunikasi perpustakaan hingga pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran daring menunjukkan upaya untuk membaca perubahan hubungan antara manusia dan teknologi secara lebih kritis. Transformasi digital dinilai tidak cukup hanya dilihat dari aspek kecepatan dan efisiensi, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi etika, privasi, kemanusiaan, dan kualitas interaksi sosial.
Arah penelitian tersebut menjadi semakin relevan ketika Artificial Intelligence mulai digunakan secara luas dalam pendidikan, pelayanan publik, media, serta pengelolaan informasi. Kajian komunikasi dibutuhkan untuk memastikan bahwa teknologi tetap berada dalam kerangka kepentingan manusia dan tidak menghilangkan dimensi empati, nilai, serta tanggung jawab sosial.
Produktivitas akademik Muhamad Bisri Mustofa juga terlihat dari berbagai artikel ilmiah yang terindeks dalam basis data nasional maupun internasional. Selain publikasi jurnal, sejumlah hasil kajiannya telah dikembangkan menjadi Hak Kekayaan Intelektual yang mencakup tema komunikasi interpersonal pustakawan, komunikasi strategis, nilai dakwah, budaya lokal, hingga komunikasi berbasis Artificial Intelligence.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan karakter penelitian yang semakin interdisipliner. Komunikasi dipertemukan dengan kajian Islam, teknologi informasi, perpustakaan, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, pengembangan kajian pada bidang human–Artificial Intelligence communication, digital Islamic communication, literasi digital, etika Artificial Intelligence, transformasi perpustakaan digital, komunikasi moderasi beragama, serta digitalisasi budaya lokal memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Penguatan riset pada bidang tersebut juga sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan ekosistem akademik yang terus berkembang, UIN Raden Intan Lampung memiliki peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pengembangan kajian komunikasi Islam dan transformasi digital berbasis nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.
Rekam jejak Muhamad Bisri Mustofa menunjukkan bahwa pengembangan ilmu komunikasi di perguruan tinggi Islam dapat bergerak melampaui pendekatan konvensional. Komunikasi dapat menjadi pintu masuk untuk membaca berbagai perubahan sosial, mulai dari keberlanjutan tradisi lokal hingga tantangan baru yang muncul akibat perkembangan Artificial Intelligence. Di tengah akselerasi digital saat ini, perpaduan antara komunikasi, nilai Islam, budaya lokal, dan teknologi menjadi salah satu ruang riset strategis yang berpotensi memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat.



